Bergetar tangan ku Tuhan
Bergetar lutut dan seluruh tubuhku saat membacanya
Seperti ada yang merentap jantungku dengan sangat keras dan kasar
Luruh semua pertahananku dan berderailah air mataku
“Mungkin ini tidak akan menjadi kisah cinta yang romantic, tapi ini akan menjadi sesuatu yang lebih berharga, sesuatu yang mungkin lebih baik dari cinta, sebuah persahabatan yang telah aku miliki dan yang keberadaannya harus aku syukuri.”
Sebuah isyarat jelas darinya bahwa mulai saat ini kami hanya akan menjadi sahabat
Tidak lebih,,,,
Biarlah aku menangis Tuhan,,, mohon maklumi deraian air mata ini
Deraian air mata seorang wanita yang tau dirinya tidak akan lagi dicintai
Yang tau tidak akan ada lagi orang yang memperhatikan dirinya,
Padahal sejatinya wanita paling suka diperhatikan
aku lepaskan dia karena aku hanya mau seseorang yang kau ridhai Tuhan
seseorang yang jika bersatunya dia denganku akan mendapatkan senyumanMu
entah telah berapa banyak air mataku membasahi tanah yang dingin ini
tapi aku begitu yakin, Kau tidak akan menyai-nyiakan hambaMu
yang bersujud merangkak berharap di Kaki KebesaranMu
Maka ku mohon Tuhanku Yang Maha Penyayang
Gantikanlah untuknya dan untukku orang-orang yang Kau ridhai untuk kami masing2
Engkau yang Maha Bijaksana yang paling mengetahui siapa yang terbaik untuk masing2 kami
“Jika ini adalah yang Engkau pilihkan,,, Engkau ketahui bahwa perkara ini baik bagi kami, maka mudahkanlah jalannya serta berkatilah kami didalamnya. Tapi jika perkara ini buruk bagi kami, maka jauhkanlah, takdirkanlah kebaikan bagi kami dimana saja adanya, lalu jadikanlah hati ini meridhoinya,,,”
Dan bantu aku bersihkan hatiku,,, bantu aku perbaiki diriku,,,
Agar suatu hari nanti saat dia yang Kau tunjuk untukku datang
Aku akan sangat siap untuk menjadi makmum terbaiknya
Menjadi pasangannya dalam susah senang sebuah perjuangan merebut ridha Mu
Menjadi pendidik pertama untuk anak2nya
Dan seperti yang Buya Hamka pernah sebut dalam novelnya
“Nanti setelah surut air matanya akan timbul keinsafannya juga,,,”
Highland, 26 April 2010
Written by me
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar