"Orang yang hidup bagi dirinya sendiri akan hidup sebagai orang kerdil dan mati sebagai orang kerdil. Akan tetapi, orang yang hidup bagi orang lain akan hidup sebagai orang besar dan mati sebagai orang besar." - Sayyid Qutb
Di saat diri ini resah dalam penantian separuh jiwa yang tidak juga kunjung datang,,,
Ketika hari-hari jadi lebih sering diwarnai dengan perenungan yang hanya memusingkan kepala sendiri,,,
Sebuah email kuterima tentang “Kisah-Kisah Keajaiban Perang di Gaza.” Kiriman dari sebuah group bernama “We Are Muslim!!” disebuah situs jejaring sosial Facebook.
Beberapa keajaiban diceritakan yang membuat hati saya tergetar, namun yang paling membuat saya begitu terharu dan menitikkan air mata adalah sebuah kisah tentang seorang pejuang yang mempunyai nama Yasir Ali Ukasyah,,,
Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir
Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.
Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.
Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.
Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.
Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.
Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.
Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)
Subhanallah,,, mengalir deras air mata saya,,, betapa kerdilnya seorang saya,,, menghabiskan banyak waktu saya untuk memikirkan diri sendiri,,, menunggu yang tidak pasti,,,
Ya Allah berikan saya kemantapan hati seperti seorang Yasir Ali Ukasyah yang menolak cinta dunia karena lebih mengharapkan cintaMu,,,
Highland, 27 April 2010
Written by Me (with mentioned source)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar